Cegah Konflik Horisontal, Garda NKRI Gelar Dialog

  • Whatsapp
Pembicara saat membawakan materi dihadapan peserta, Rabu kemarin.
banner 468x60
Manado,swarasulut.com–Garda NKRI Sulawesi Utara (Sulut) kembali menggelar dialog publik. Kali ini organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan mengangkat tema Mencegah Terjadinya Konflik Yang Diakibatkan Oleh Perbedaan Pendapat di Tengah Masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan disalah satu hotel di bilangan Kanaka, Kelurahan Komo Luar, Manado, Rabu (25/4) kemarin.
Pembicara saat membawakan materi dihadapan peserta, Rabu kemarin.
Salah pembicara Dr. Michael Mamentu, MA menjelaskan, perbedaan pendapat adalah suatu yang alamiah. Menurutnya, penyebab konflik horisontal banyak sekali terjadi di level masyarakat, tapi kata dia itu bukan suatu penyebab tapi akibat.
“Kenapa konflik susah diatasi karena yang diatasi hanya akibatnya bukan penyebab dari konflik tersebut. Saya pastikan, soal konflik sosial jelang Pilpres pasti akan muncul isu-isu  identitas. Nah kalu kita terbawa arus maka itu akan menjadi bahaya. Salah satu karateristik konflik yakni akar persoalan kecil tapi pecah. Contohnya masalah sepeleh di kampus tiba-tiba  tauran antar mahasiswa yang berbeda Fakultas,”ungkap Akademisi senior Universitas Sam Ratulangi itu.
Kasat Binmas Polresta Manado Kompol Adi Wiyanto salah satu pembicara mengatakan, saat ini berbagai program telah dicanangkan dan dilakukan oleh Polresta Manado untuk menjaga kerukunan masyarakat di Kota Manado. Kata dia, hal itu sudah berjalan dengan seksama dan warga Manado sangat mensuport gagasan yang baik tersebut.
“Ada namanya singga ngopi bareng, jadi setiap masyarakat Kota Manado dipersilahkan untuk ngopi bareng bersama Polresta Manado, disetiap warung kopi yang menjadi kerjasama kepolisian. Ini bercita-cita untuk meminimalisir masyarakat agar tidak berfikir untuk berperilaku jahat. Artinya warga lebih berjalan ke arah yang lebih baik dengan bertukar fikiran bersama di tempat kopi,”ujar perwira menengah itu.
Sementara itu, Ketua GP Ansor Kota Manado Rusli Umar menuturkan, bahwa masyarakat Manado menurutnya saat ini sudah lebih paham terkait isu-isu radikalisme yang mengemuka. Katanya, meskipun segala bentuk dan cara-cara mulai dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab yang memasukan ideologi ekstrim ke tengah-tengah masyarakat. Akan tetapi hal itu tidak akan mempan di masyarakat Manado.
“Berbagai macam cara dibuat untuk memperbenturkan warga Kota Manado yang sudah sejak lama hidup rukun dan damai. Namun, hal demikian tidak gampang dilakukan. Baru-baru ini diberbagai tempat muncul isu bahwa telah ada paham intoleran yang beredar di Kota Manado, hanya saja cepat direspon oleh pihak berwenang,”terangnya.
Sekjen DPP Garda NKRI Fino Mongkau dalam sambutanya mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh peserta serta pembicara yang berkenan hadir di acara ini. Sudah berbagi fikiran bersama para mahasiswa dan pemuda di Kota Manado, yang hingga saat ini masih konsisten dalam merawat dan menjaga kebhinekaan
“Kegiatan dialog ini sudah kesekian kalinya dilakukan Garda NKRI, dan seluruh mahasiswa terlihat begitu antusias mengikuti jalanya kegiatan. Insya Allah kami akan terus bersama-sama dalam mengawal perjalanan bangsa ini dari berbagai aspek. Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,”tandas Mongkau mengutip peribahasa.(DOLVIE)
banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *