Kepala Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu, saat memimpin Apel Perdana.

Amurang, Swarasuluttv-Inspektorat adalah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang bisa dikategorikan  vital ini, seyogyanya harus menjadi Bamper atau pelindung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN),  yang bekerja dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan, sebelum ditangani Badan Pemeriksa Keuangan atau pihak kepolisian.

Kepala Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu, saat memimpin Apel Perdana.

 

Nah, banyak harapan yang ditaruh di pundak PLT Inspektorat Minsel Hendra Pandeynuwu SE. ” Harus diakui bahwa sadar atau tidak, dalam pengelolaan uang milik negara di SKPD, tidak sedikit ada pelanggaran. Jadi di level ini kami ASN Minsel membutuhkan kualitas penanganan dari pak Hendra Pandeynuwu. Lebih baik TGR di level MPTGR, dari pada so di dalam penanganan hukum dari pihak KPK atau Kepolisian. Pak Hendra dan staf inspektorat, kami harap tak sungkan-sungkan dalam menegor, memberikan peringatan dalam pengelolaan keuangan negara,” ujar salah satu ASN Minsel yang enggan namanya dimediakan.

Lanjut dia, memang harus disadari ada pelanggaran pengelolaan keuangan yang dilakukan secara sengaja. ” Nah, disini butuh ketegasan pak Inspektur Hendra dan staff. Wajib dikenai TGR, bila perlu batas waktunya dipersingkat . Agar supaya ada efek jera. Tak peduli dia teman ASN, Anggota DPRD, termasuk didalamnya Bupati dan Wakil Bupati nantinya. Apabila hal ini dilakukan dengan tulus tampak pandang bulu, maka dipastikan pemerintahan FDW-PYR dapat mendapat penghargaan, baik dari pemerintah pusat,¬† lembaga-lembaga, maupun masyarakat,” singkatnya. (Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here