Ketua Badan Kehormatan Deprov Sulut Sandra Rondonuwu Sth, saat membacakan hasil keputusan BK Deprov Sulut, terkait kasus Legislator James Arthur Kojongian
Ketua Badan Kehormatan Deprov Sulut Sandra Rondonuwu Sth, saat membacakan hasil keputusan BK Deprov Sulut, terkait kasus Legislator James Arthur Kojongian

Manado, Swarasuluttv-Soal rekomendasi Badan Kehormatan (BK), Dewan Provinsi (Deprov) Sulawesi Utara terkait pemecatan Legislator Partai Golongan Karya (Golkar) James Arthur Kojongian ST, MM baru-baru ini, diduga kuat sarat dengan sentimen politik. Bagaimana tidak, Ketua Badan Kehormatan Deprov Sandra Rondonuwu Sth SH, adalah Legislator PDIP, dari Dapil Minsel/Mitra.

” Keputusan mengeluarkan rekomendasi pemberhentian JAK, yang terlibat kasus dugaan perselingkuhan tersebut, menurut saya adalah terburu-buru. Bagaimana kalau kasus ini terjadi pada Anggota FPDIP, saya pikir pasti lain. Apalagi memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Olly Dondokambey. Jadi BK Deprov dalam hal ini ibu Sandra, harus memperhitungkan juga hasil komunikasi dengan Istri,” kata warga Amurang yang enggan namanya dimediakan.

Lebih lanjut dikatakannya seharusnya hasil komunikasi dengan Istri, menjadi pertimbangan juga. ” Emang para legislator yang duduk dalam Badan Kehormatan Deprov, so sempurna samua so? Belum tentu, karena dibawah kolong langit ini, tidak ada manusia yang sempurna, Cuma Tuhan Yesus saja yang sempurna. Logikanya ketika JAK dipecat, berarti juga BK turut bersama-sama membunuh rezeki seseorang. Ini orang pe pencaharian. Jadi menurut saya rekomendasi pemecatan itu salah alias terlalu terburu-buru, ” katanya.

Sementara itu, Ketua BK Deprov Sulut Sandra Rondonuwu, hingga berita ini diturunkan belum berhasil dihubungi.

Seperti diketahui Beberapa waktu lalu, Video viral dari kendaraan yang diduga digunakan JAK, menyeret mantan Calon Bupati Minsel dari PG. (Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here