Crew BASARNAS AMURANG MINSEL. Foto. Ist.
Crew BASARNAS AMURANG MINSEL. Foto. Ist.

Amurang, Swarasuluttv-Kantor Badan SAR Nasional, yang berdiri megah di belakang Kantor Bupati Minahasa Selatan, diduga tak memiliki upaya untuk melakukan penyelamatan terhadap korban Nelayan Ranomea yang hilang selama dua (2) hari Satu (1) malam di lautan. Bagaimana tidak korban kecelakaan laut tersebut, diselamatkan dengan perahu nelayan asal Manado.

Padahal jarak tempuh antara lokasi pantai Amurang dengan TKP (rakit) hanya berjarak enam (6) sampai tujuh (7) jam, perjalanan laut. Menurut warga sebenarnya BASARNAS sebagai lembaga yang bertugas dalam penyelamatan dan evakuasi. Cekatan dan menggali informasi di titik TKP.

” Bagi kita memang mungkin saja, mereka (BASARNAS), bekerja namun tak serius,”ujar salah satu warga yang enggan namanya dimediakan.

Pantas saja, lanjut dia kejadian hilangnya tiga orang Nelayan asal Desa Popareng Kecamatan Tatapaan tahun 2019 lalu, tak ditemukan hingga kini. Diduga lantaran tak seriusnya crew2 yang ada di kantor tersebut. ” Mudah mudahan dugaan saya ini salah,, jika benar dugaan saya, ini sangat memalukan. Makan gaji buta,” jelasnya.

Seperti diketahui, Sekira Senin (14/12/2020), dilaporkan ada perahu nelayan Ranomea yang ditabrak Kapal. Dan dua orang Nelayan tersebut nyaris meregang nyawa. Salah satunya sempat dilaporkan hilang.(Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here