Camat Tareran Fibry Tumiwa.

Tareran, Swarasuluttv- Menindaklanjuti imbauan Pemerintah dalam hal ini Bupati Minahasa Selatan (Minsel) DR Christiany Eugenia Paruntu SE, no, 124/100/BMS/Vll-2020, dengan tujuh (7) poin penting, maka Pemerintah Kecamatan Tareran Kabupaten Minsel, yang meliputi 13 Desa,  dengan tegas akan mematuhi dan menjalankan Imbauan tersebut.

Camat Tareran Fibry Tumiwa.
Camat Tareran Fibry Tumiwa saat dihubungi wartawan media ini mengatakan, bahwa ada tujuh poin penting yang harus dijalankan oleh masyarakat dalam rangka memutus mata rantai Covid 19. ” Poin pertama, Pemerintah Kabupaten Minsel, sangat memahami sepenuhnya kerinduan masyarakat untuk beribadah di Rumah Ibadah, yang pada prinsipnya Pemerintah sangat mendukung semua kegiatan fungsi rumah ibadah dan peningkatan spiritual masyarakat. Kedua, Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menjamin keamanan, kenyamanan seluruh masyarakat, termasuk kegiatan kerohanian. Untuk itu Pemda perlu memperhatikan perkembangan dan penyebaran Covid 19, sebelum memperhatikan SK Rumah Ibadah Aman Covid, sesuai Surat Edaran Menag RI no 15 2020. Kemudian poin ketiga, bahwa hingga Rabu 30 Juni 2020, Minsel masih belum ditetapkan wilayah aman Covid 19, karena Minsel masih memiliki 39 ODP, 15 PDP dan 17 Positif Covid 19, dengan rincian 5 Sembuh, 4 Meninggal Dunia 8 lainnya masih dalam perawatan, ” kata Fibry.
Lanjut dia, poin keempat, sesuai dengan Pergub no 44 tahun 2020, tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru, menuju masyarakat produktif dan aman Covid 19. Poin kelima intinya, Pemda sedang mengkaji untuk adaptasi kebiasaan baru, menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid 19, termasuk kesiapan Rumah Ibadah menyiapkan fasilitas penunjang di Kab. Minsel, khususnya Kecamatan Tareran. ” Poin keenam bahwa pemberian ijin beribadah di rumah ibadah, lantas tak diikuti dengan kesiapan masyarakat menyiapkan fasilitas pendukung, akan beresiko penyebaran Covid 19. Kemudian ketujuh, poin 1-6 Pemerintah Minsel mengimbau FKUB, BKSAUA, para pemimpin Agama se-Minsel, khususnya Kecamatan Tareran, masih melaksanakan ibadah di rumah masing-masing, sampai Minsel ditetapkan sebagai Zona Aman Covid 19,” tandas Fibry.
Tambah dia, dengan demikian berdasarkan surat tersebut, maka pihaknya masih akan menjalankan ibadah di rumah masing-masing. (Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here