Amurang, Swarasuluttv- Mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa Periode 1999-2004, Jopy Langi saat bersua dengan wartawan media ini, blak blakan soal Pemekaran Kabupaten Minahasa Selatan dan Tomohon.
Menurutnya, sewaktu dirinya masih manjabat sebagai anggota DPRD Minahasa Era itu, ada usulan aspirasi dari kelompok masyarakat Amurang dan sekitarnya, bahwa mereka ingin memekarkan diri dari Kabupaten Minahasa, yang ketika itu dipimpin oleh Bupati Dolfie Tanor.
Mereka memberikan aspirasi kepada DPRD, dan anehnya disaat pembahasan itu, pada¬† awal tahun 2001, fraksi PDIP memilih menolak. ” Jumlah mereka (PDIP) 13 orang anggota, Golkar 16, Fraksi ABRI 5 orang, Fraksi Reformasi 6 orang, Fraksinya Noldy Rompas 5.
Nah, Saat itu, hanya Golkar dan Fraksinya Noldy Rompas yang berjuang untuk membahas pemekaran Minsel. Dan Fraksi lainnya belum ada sikap, dan yang menolak pemekaran yakni Fraksi PDIP. Secara jumlah kami saat itu hanya 21, tidak mencapai setengah tambah satu dari 45 Anggota DPRD.
Akhirnya berdasarkan loby loby, Fraksi Reformasi dan Fraksi ABRI ikut dengan Golkar, dan jumlahnya menjadi 32 anggota yang mendukung Pemekaran. Dan tetap PDIP walk Out..dalam Paripurna saat itu. “Bayangkan kami sudah 32 PDIP tetap memilih Walk Out. Artinya tidak mendukung sama sekali dengan Pemekaran Minsel waktu itu,” jelas Jopi.
Lanjutnya harus digarisbawahi, adalah Fraksi Reformasi yang diketuai Jefferson Rumajar, dia memilih ikut bergabung dengan Catatan, harus dengan Pemekaran Kota Tomohon. “Maka lahirlah Uu no 3 Tahun 2003, anak kembar Minahasa yakni Minsel dan Kota Tomohon. Menjadi Daerah Otonom yang baru.” Kuncinya. (Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here