Amurang, Swarasuluttv-Dalam kegiatan Reses Legislator Dewan Provinsi Sandra Rondonuwu (Saron, red), di Hall Turangga Desa Popontolen Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), terungkap bahwa harga Kopra terpuruk, pemicunya adalah masyarakat itu sendiri.
” Memang kalau harga kopra, Pemerintah tidak dapat mengintervensinya. Namun harus digarisbawahi bahwa ini tergantung dari pasar,” kata Wanita yang dijuluki Saron ini.
Lanjut dia, oleh karena itu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah memprogramkan pengadaan alat untuk pembuatan minyak kelapa. ” Dan dengan adanya alat ini, Pemerintah berharap kepada masyarakat Sulut, untuk lebih menggunakan minyak kelapa lokal, hasil produksi sendiri, ketimbang menggunakan minyak kelapa sawit. Harus diakui bahwa walaupun Kopra harganya murah, masyarakat petani tetap akan menjualnya. Dan aneh, uang yang didapat dari hasil penjualan kopranya, dibelikan Minyak kelapa Sawit,”ujarnya
Lanjut dia,  semua masyarakat Sulawesi Utara harus tahu, bahwa dengan adanya fenomena itu, Sulut kehilangan 1,3 Triliun per Tahunnya. ” Jadi dengan demikian masyarakat Sulut yang suka belanja Minyak Sawit, secara sadar atau tidak telah menyumbang 1,3 Triliun kepada Pengusaha Minyak Sawit. Coba bayangkan jika dana itu masuk ke Petani pembuat Minyak kelapa lokal. Uang 1,3 T tersebut hanya berputar di Sulut,” kuncinya.
Selain itu masih banyak juga curhatan masyarakat yang di terima Saron. (Dolvie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here