Senyuman tulus seorang CEP.

Catatan : Dolvie J Mangindaan,
Sepak terjang strategi Politik Seorang Christiany E Paruntu SE, terbilang makin hari makin tak terbentung saja di Provinsi Sulawesi Utara ini. Tak ayal hal ini tentu saja mengganggu kepentingan politik dari Seorang atau kelompok.

Senyuman tulus seorang CEP.

Nah otomatis serangan demi serangan pun Nampak terlihat dari berbagai macam sudut, baik dari sudut Politik maupun hukum.
Kabar mengejutkan akhir akhir ini, bahwa Seorang Bupati Minahasa Selatan yang juga, pemimpin tertinggi dari partai Golongan Karya Bumi Nyiur Melambai ini, mulai digoyang dengan Kasus Dugaan Suap terhadap Bowo Sidiq.
Saya cermati jika dilihat secara kasat mata, memang tak ada hubungannya dengan yang namanya politik. Akan tetapi sadar dan terbelalak mata ketika kita tahu tahun 2020 mendatang ada Momentum besar yang diberi judul Pilkada.
Tentu saja siapapun tokoh politik dan kaum intelektual di Provinsi ini pasti mengatakan bahwa ini adalah bagian dari tekanan politik. Harus diakui bahwa sosok Christiany E Paruntu ini memiliki karakter petarung politik, yang sangat berani. Nah hal ini menurut saya yang diperhitungkan.
Lihat saja prestasinya dalam Pilcaleg yang baru lalu itu. Dirinya mampu mempertahankan Jenny Johana Tumbuan SE sebagai Ketua DPRD Minsel dan kemudian menciptakan ananda tercinta Adrian Jopie Paruntu sebagai anggota DPR-RI, dan adik ipar James Arthur Kojongian (JAK) sebagai salah satu pimpinan DPRD Provinsi Sulut. Dan masih ada lagi, Pnt Dr Michaela Elsyana Paruntu MARS, yang akan dicalonkan sebagai Bakal Calon Bupati Minsel periode mendatang. Tak hanya itu arus dukungan masyarakat Sulawesi Utara, terhadap dirinya untuk Calon Gubernur Sulut kian tak terbendung.
Sedikit saya menengok ke belakang, saat Seorang Dr Elly Lasut mencalonkan diri menjadi Gubernur ketika itu. Nah sementara proses Pilkada berlangsung dirinya ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Karena saat itu dukungan masyarakat Sulut terhitung signifikan . Ini berarti mengancam posisi Petahana dalam hal ini Sinyo Harry Sarundajang.
Nasib yang sama juga dialami Bupati Minut Vonny Anneke Panambunan, mantan Walikota Manado Jimmy Rimba Rogi, Dan Mantan Walikota Tomohon Jefferson Rumajar.
Haruskah kita merusak antar sesama putra putri Kawanua yang miliki hati yang tulus dalam membangun? Masih ingat dengan semboyan GSSJ Ratulangi Sitou Timou Tumou Tou.. Manusia hidup untuk memanusiakan Orang lain.
Sadar jo ngoni eee… Hilangkan budaya Baku cungkel..
BERTARUNGLAH SECARA FAIR BIAR RAKYAT SULUT YANG MENENTUKAN…
SALAM WARAS (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here