Pemadaman Kebakaran Kantor PA yang dilakukan Personel Damkar Minsel.

Pemadaman Kebakaran Kantor PA yang dilakukan Personel Damkar Minsel.

Amurang, Swarasuluttv-Kantor Pengadilan Agama Amurang di Bilangan Desa Lopana Kecamatan Amurang Timur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel, red) dikabarkan terbakar, Rabu (17/07/2019) sekitar pukul 10;00 wita, Lantai dua Kantor tersebut dipenuhi api dan asap tebal.
Simulasi kebakaran selesai dilakukan.

Begini ceritanya, salah satu Pegawai kantor PA, saat menaiki lantai dua, melihat api dan kepulan asap tebal, hal ini diduga korleting arus pendek listrik. Kemudian dia berteriak bahwa ada api yang sementara membakar. Tak lama kemudian salah satu security mendatangi TKP, dan tak tunggu lama sang security itu langsung menghubungi pihak Damkar Minahasa Selatan yang jaraknya tak jauh dari lokasi kejadian.
Tak lama kemudian, Tim Damkar Minsel yang dikomandani Franky Tambengi yang didampingi Kasi Linmas dan Damkar Minsel Christofel Ronga mendatangi TKP. Tim langsung bergerak cepat menyelamatkan Ketua Pengadilan Agama Nur Amin SH, keluar dari gedung megah itu.
Selanjutnya penyelamatan dilakukan kepada Pegawai, dilaporkan sebelumnya puluhan Pegawai kantor PA itu, sempat kocar kacir menyelamatkan diri.
Setelah itu, Tim Damkar langsung memadamkan api di Lantai dua, dengan menyemprotkan nosel yang berisi air ke ladang api. Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Ketua Pengadilan Agama Nur Amin SH, saat diwawancarai mengatakan bahwa hal ini adalah bagian skenario simulasi yang bertajuk Waspada Bencana PA Amurang Lakukan Simulasi Penanganan Bencana dan Kebakaran. Ini hasil kerja sama antara pemerintah Kabupaten Minsel dalam hal ini Bupati Christiany Eugenia Paruntu dan pihak PA Amurang.
Dijelaskan pria bernama lengkap Nur Amin, S.Ag., M.H. bahwa Melalui Surat Nomor W18—A6/292/HM.00/7/2019 tanggal 10 Juli 2019 yang ditujukan kepada Bupati Minahasa Selatan, Pengadilan Agama Amurang menjalin kerjasama dengan Dinas Litbang Linmas, Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten Minahasa Selatan untuk melasanakan 3 (tiga) kegiatan penting, yaitu:
1. Simulasi Penanggulangan Kebakaran,
2. Simulasi Penanggulangan Bencana Gempa (Titik Kumpul), dan
3. Simulasi Penggunaan Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR).
Lanjut dia, Tidak butuh waktu yang lama, Selang 7 hari surat tersebut disampaikan kepada Bupati Mahasa Selatan, akhirnya pada hari Rabu, 17 Juli 2019 tepatnya pukul 10.00 WITA ketiga kegiatan penting tersebut dilaksanakan. Kegiatan tersebut langsung dibuka oleh Ketua Pengadilan Agama Amurang Nur Amin, S.Ag., M.H. dengan dihadiri seluruh Pegawai Pengadilan Agama Amurang dan TIM Penanganan Bencana dan Kebakaran dari Pemerintah Daerah Minahasa Selatan.
Melalui sambutannya mengatakan bahwa pesan kepada seluruh warga PA Amurang agar benar-benar serius untuk mengikuti agenda penting ini karena keselamatan kerja di lingkungan Pengadilan Agama Amurang ini adalah tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, beliau berpesan agar memahami 3 (tiga) hal penting dalam acara ini, yaitu: 1) Bagaimana tindakan awal yang harus dilakukan apabila terjadi bencana dan kebakaran, termasuk prosedur ketika menuju titik kumpul, dan 2) Bagaimana tatacara yang benar dalam penggunaan APAR.
Setelah Ketua TIM Penanganan Bencana dan Kebakaran dari Pemerintah Daerah Minsel menyampaikan sosialisasi terkait dengan tindakan yang harus dilakukan untuk mengantisipasi resiko (bahaya) yang lebih besar ketika terjadi bencana dan kebakaran, kegiatan Simulasi ini kemudian secara berurutan dilaksanakan. Simulasi pertama yang dilaksanakan pada hari itu adalah praktik (simulasi) bagaimana langkah Pegawai ketika terjadi bencana dengan harus lari ke titik kumpul. Dimana pada saat terjadi bencama Tim Penanganan Bencana menyatakan agar pegawai tidak panik dan segera ke luar meninggalkan ruang kerja dan keluar gedung menuju titik kumpul.
Setelah simulasi tersebut dilakukan, kemudian Tim Penanganan Bencana juga nyampaikan tentang tata cara penggunaan APAR ketika terjadi kebakaran, yaitu dengan cara “TATA” (Tarik Segel dan Pengunci, Angkat APAR, Tarik Selang dari Lobangnya dan Ayun Selangnya) ke arah api untuk mematikannya. Kegiatan terakhir yang dilakukan pada hari ini adalah simulasi bagaimana melakukan tindakan penanganan Kebakaran yang dalam skala besar.
Setelah acara selesai, Wakil Ketua PA Amurang Dr. Muh. Nasikhin, S.HI., M.H. kemudian berpesan kepada seluruh pegawai agar ilmu yang didapatkan dalam kegiatan hari ini benar-benar difahami. Terutama kepada Petugas Keamanan (Satpam) PA Amurang harus benar-benar siap siaga dan mampu menjaga Resiko sekecil apapun di lingkungan Pengadilan Agama Amurang agar kenyamanan dan keamanan kerja di Pengadilan Agama Amurang dapat terwujud. (dolvie/rilis PA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here