Direktur RSUD Maria Walanda Maramis Dr Alain V Beyah.
Minut,swarasulut.com-Pembangunangedung rawat inap di RSUD Walanda Maramis mengalami kendala di server untuk proses lelang, itu sebabnya pembangunan ini selesai tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Hal ini dikatakan Direktur RSUD Maria Walanda Maramis Dr Alain V Beyah , Rabu (26/4) usai peresmian gedung rawat inap. ” Pembangunan gedung rawat inap ini memang meminta perpanjangan waktu sampai pada bulan febuari 2018 akhir, namun kami sudah membayar denda walau belum semua, yang sudah di potong langsung di Termin pada 1 Januari 2018 lalu”, tutur Dokter mudah ini.
Selain itu Alain juga mengatakan dana yang terima baru 80% namun realisasi sudah sampai 100% sisanya akan diterima di APBD perubahan 2018 sesuai dengan aturan dari Pemerintah Kabupaten, ungkapnya.
Direktur RSUD Maria Walanda Maramis Dr Alain V Beyah.
Dalam rangka pengembangan layanan menujuh tipe B RSUD Maria Walanda Maramis juga akan membangun gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD), ICU, dan Instalasi Beda Central yang saat ini dalam proses lelang. ” Saat ini ruang IGD Rumah Sakit ini belum memadai kami sering kewalahan menangani pasien jika ada banyak pasien. Alat – alat yang kami minta juga sudah dalam proses pengiriman tutup Direktur RSUD Maria Walanda Maramis sembari meminta dukungan doa agar proses pembangunan perjalan dengan baik dan sesuai prosedur”. (INNOR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here