Kantor Samsat Minut.
Minut,swarasulut.com -Jumlah piutang kendaraan bermotor di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) sampai dengan (31/3) menyentuh angka yang cukup fantastis yaitu Rp 9.677.752.542, dengan rincian kendaraan roda 2 sebanyak 25.551 unit sepeda motor dengan piutang Rp 4.501.140.390. Sedangkan roda 4, sebanyak 3.259 unit dengan piutang sebesar Rp 5.176.612.152.
Kantor Samsat Minut.
Hal ini diungkapkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Samsat Minut Fanny Saruan, pada acara sosialisasi PKB, BBN-KB dan PAP dalam rangka optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Rabu (11/4) di Kantor Camat Kalawat. Sekda Ir Jemmy H Kuhu dalam sambutannya mengapresias, kegiatan yang digelar oleh Kantor Samsat Minut ini. Pemerintah Minut ikut mendukung akan sosialisasi ini guna mengoptimalkan PAD. Bila ada kendaraan dinas yang belum membayar pajak silahkan datangi langsung kantor SKPD dan melakukan penagihan. “Setiap kepala SKPD dan pejabat yang ada tentunya harus secara kooperatif membayar pajak kendaraan,” seru Kuhu.
Sementara Kepala Kantor Samsat Minut, Fanny Saruan mengatakan, untuk penunggak pajak kendaraan bermotor ini terbanyak ada di Kecamatan Kalawat dengan total piutang Rp 2.764.736.200, sementara yang terendah ada di Kecamatan Likupang Barat dengan jumlah Rp 230.420.218. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, antara lain, alamat pemilik kendaraan bermotor dan kendaraan bermotor tidak jelas. Kendaraan bermotor telah ditarik pihak finance. Dan yang terutama tingkat kesadaran masyarakat atau wajib pajak untuk membayar pajak kendaraan masih rendah. “Target PAD ditahun 2017 adalah Rp57 miliar dan yang dicapai adalah Rp60 miliar, sementara untuk tahun 2018 ini targetnya adalah Rp63 miliar. Kami optimis akan mencapai target karena sampai dengan maret ini telah over target Rp1.9 miliar,” terang Saruan Sembari meminta kepada peserta untuk ikut membantu pihak pemerintah agar PAD bisa ditingkatkan.
Lebih lanjut dikatakan Saruan, pelayanan di Samsat Minut dijamin bebas dari calo dalam waktu yang paling lama 30 menit. “Diingatkan bagi masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan samsat online, samsat keliling, sehingga memudahkan akses informasi dan kecepatan pelayanan,” imbau Saruan.
Sementara itu, Kabid Pajak BP2RD Provinsi Sulut Jun Silangen mengatakan, PKB dibagi 70% untuk Pemkab, 30% untuk Pemprov, BBN-KB dibagi 70% untuk Pemkab, 30% untuk Pemprov, PAP dibagi 50% Pemkab – 50% Pemprov, sedangkan PBB-KB pembagiannya 70% untuk Pemkab dan 30% untuk Pemprov. “Aturan ini diharapkan akan ikut membantu pemerintah melalui sosialisasi ke masyarakat untuk membayar pajak pada waktunya, sehingga pajak daerah melalui kendaraan bermotor ini bisa dimaksimalkan,” tutur Siangen.
Dalam acara ini juga ikut disosialisasikan sistim informasi pajak kendaraan bermotor berbasis online. Caranya downlod aplikas e-Samsat Sulut, setelah berhasil tinggal mengetik nomor plat kendaraan kemudian dapatkan informasi data kendaraan dan data pajak.(innor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here