Minut, swarasuluttv.com – Pembangunan Kontruksi Jalan, apakah itu Lapisan Penetrasi (Lapen), atau perkerasan jalan yang sudah dibangun dengan anggaran negara, baik dari kantong Dandes, APBD Kabupaten/Kota, atau APBD Provinsi maupun Dari Balai Jalan. Tenyata tidak boleh dirusak, pelaku bisa dijerat dengan Undang-undang No 38/2004 tentang Jalan, pelaku tersebut bisa diancam kurungan penjara hingga 15 tahun dan atau denda 1,5 miliar rupiah.
Operator Albert Perusak Jalan ini bisa dihukum 15 Tahun Penjara.
Kejadian di Desa Rap-rap Wanua Ure misalnya,  Kontruksi jalan Lapen ini diketahui telah dirusak oleh orang tak bertanggung jawab.  aspal Lapen ini  digilas oleh Alat Berat (Albert) Akibatnya kejadian ini  marak dibicarakan di media sosial lewat akun facebook. dan diduga alat ini milik dari Dinas Perumahan Rakyat.
operator alat ini harus tanggung jawab.
Menurut Ronny Perusakan jalan yang merupakan fasilitas umum bisa dijadikan persoalan hukum. “Karena aturan mengenai jalan raya konsekwesinya  sanksi pidana bagi pihak yang melakukan pengrusakan, termaksud secara jelas seperti dalam Undang Undang Nomor 38/2004 tentang Jalan. Bahkan, tidak tanggung-tanggung ancaman kurungan penjaranya hingga 15 tahun dan atau denda hingga miliaran rupiah. Sebut saja dalam Bab VIII Pasal 63 dan 64 UU No 38/2004. Dalam pasal 63 poin 1 dijelaskan bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” jelasnya.
Lanjutnya meminta pehak aparat harus usut kasus ini, pemilik alat , dipakai dimana untuk peribadi atau untuk negara karena pengerusakan jalan aspal ini, berarti merugikan negara.  (innor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here